Cerita ini tentang kehidupan hewan-hewan liar di kolong bawah jalan tol. Kucing, Landak Tua, Tikus Tua, Berang-Berang, Biawak, Burung Gereja, Pak Ghost (kucing jantan tua), dan Bu Merti (kucing betina tua). Pak Ghost dan Bu Merti dikabarkan hilang entah ke mana. Warga kolong bawah jalan tol merasa kehilangan kedua kucing tua yang dihormati itu. Pak Ghost dan Bu Merti meninggalkan satu anak beti…
Maaf, atas salahku yang membuat susah hatimu. Maaf untuk segala lepas kendali dari diriku yang membuat luka hatimu. Tidak ada tempat lain selain kepadamu ingin kubagi, tapi jika hatimu tak bisa dibuka lagi, aku pamit. Hidupmu barangkali terasa berat sebab hadirku yang meski tak kuingini, nyatanya melukaimu. Dirindukan adalah hal buruk untuk usahaku melupakanmu. Mendengar kabarmu adalah cara men…
sedang badai dalam diriku. hujan deras tiada henti-henti di beranda rumah di tengah jantungku menjaga jarak untuk menarikmu sudah kukirim tanda, tetapi kau tak tangkap makna-makna itu. sudah kubiarkan sungai dalam diri, tempat kau pulang berenang tiap kali lelah datang padamu yang gamang. sudah kuberi tahu peta menuju diriku, rumah yang sepi di dalam jantung ini. jalan kecil untuk kakimu mela…
pada akhirnya, kamu hnaya perlu mensyukuri apa pun itu yang kamu milik hari ini
Setelah hari-hari yang sedih berlalu. Bulan-bulan pahit memulihkan diriku. Aku menyadari satu hal, yang bukan untukku, sekeras apapun kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi milikku.
Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri. Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi di mataku. Namun ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi. Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menyiap…
Boy Candra, lahir di Parit--desa kecil di Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, 21 November 1989. Lulusan jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Padang dan sedang melanjutkan program pascasarjana di jurusan dan kampus yang sama. Sejak 2013, sudah menerbitkan 15 judul buku berbagai genre (cerpen, prosa, puisi, dan novel) dan tersebar di toko-toko buku Nusantara. Kini, dua judul no…
"Dulu kamu ke mana saat aku mencarimu tanpa henti? Ke mana kamu saat aku menantimu dalam sepi? Perasaan yang kamu tinggalkan menjadi beban yang kutanggung sendiri. Kalau aku akhirnya belajar melupakanmu, apakah semua itu menjadi salahku? Padahal waktu kamu hilang tiba-tiba, aku hancur tak terkira. Sementara kamu tak pernah peduli. Sekarang saat dunia berputar kembali; saat cahaya redup mulai t…
Jadilah yang tenang dalam menghadapi gaduhnya pikiranku. jadilah peredam dalam riak liar ambisiku. Sungguh tiada bertahan kita, jika saling keras tanpa reda. Sungguh habislah kita, jika sama-sama inginmenang sendiri selamanya.
Selain di langit, Tuhan juga menciptakan surga di tatap matamu dan di setiap ketidakwarasanku akan kamu.