Dari dulu sampai sekarang karya sastra tidak pernah pudar, karena karya sastra memiliki pesona tersendiri, yang tidak hanya selesai di tangan penulisnya tapi juga dapat membuka mata pembaca untuk mengetahui berbagai persoalan di dalamnya.
Kabupaten Indramayu ibarat ibu pertiwi yang menyusui dua anak sekaligus sawah dan laut.