Text
MENZIARAHI PALEMBANG DARI WANGI MARIA MENUJU BELAS KASIH YESUS
Menziarahi suatu tempat berarti kita sedang membiarkan diri memasuki suatu ‘ruang sejarah Allah’. Artinya, di ruang itulah Allah pernah membubuhkan ‘tanda-tanda’ keselamatan-Nya. Allah pun diyakini masih akan memberikan ‘tanda-tanda’-Nya. Dengan berziarah, kita sedang berada di suatu tempat yang sudah ditandai dan bukan mencari-cari tempat yang kita maui sendiri. Untuk itu, gerak batin setiap penziarah semestinya ialah secara rendah hati dan sederhana mau belajar untuk menemukan ‘pesan rohani’ dari ‘tanda-tanda’ itu. Pesan rohani inilah yang akan memberi kekuatan bagi penziarahan yang sesungguhnya, hidup nyata sehari-hari. Dalam alur makna ziarah itulah, penulis merangkai buku ini dengan Palembang sebagai latarnya.
Buku ini merupakan sebuah perspektif penulis yang juga merupakan seorang penziarah. Sebuah ruang renung penulis dalam menangkap ‘pesan rohani’ dari ‘tanda-tanda’ yang ada di tiga tempat ziarah Palembang, yakni Katedral Santa Maria, Via Crucis Sukamoro, dan Taman Belas Kasih. Ketiga tempat sakral yang sudah diberkati itu selalu menjadi ruang doa dan upacara sakramental, yang menegaskan identitas kekudusannya dan daya keselamatannya bagi Gereja. Di sanalah iman dan kekudusan umat bertumbuh-kembang.
Oleh karena itu, buku ini menjadi teman penziarahan dalam menikmati narasi imani pada tiga tempat ziarah di Palembang tersebut. Lebih dari itu, buku ini menawarkan nilai-nilai keutamaan yang layaknya dijalani setiap insan dalam penziarahan hidup sehari-hari. Selamat berziarah!
Tidak tersedia versi lain